4 Aspek Utama Arsitektur Rumah Bali yang Filosofis

10 Maret 2018

Apa persepsi Anda ketika mendengar rumah Bali? Apakah rumah dengan desain klasik dan mewahnya yang terbesit? Konsep hunian di Bali memang punya ciri khas tersendiri yang berbeda dari desain rumah pada umumnya. Berangkat dari desain rumah tradisionalnya, rumah modern di Bali juga masih mengandung unsur tradisional.

4 Aspek Utama Arsitektur Rumah Bali yang Filosofis

4 Aspek Utama Arsitektur Rumah Bali yang Filosofis

Setiap rumah bergaya Bali pasti mempunyai 4 aspek utama sebagai karakter utama sekaligus pembedanya. Anda akan menemukan berbagai aspek yang bermakna. Di setiap aspeknya, terdapat makna filosofis yang sungguh kompleks dan berkaitan satu sama lain, sehingga harus ada dalam elemen rumah dengan gaya Bali. Inilah penjelasan 4 aspek tersebut.

1. Sistem Ventilasi yang Baik

Rumah yang aman dan nyaman merupakan suatu hunian impian setiap orang. Kenyamanan tersebut juga terbentuk dari kondisi ruang internalnya yang bersih dan tidak lembab. Untuk itu, sirkulasi udara harus dioptimalkan agar udara di dalam ruangan tidak pengap dan tetap segar. Sistem ventilasi yang baik dan memadai adalah solusinya.

Dengan penerapan sistem ventilasi tersebut, maka setiap ruangan rumah akan terjaga kondisi udaranya dan tidak mengganggu pernapasan. Pada rumah Bali atau pun villa di daerah Bali, jendela besar selalu diterapkan menjadi jalan sirkulasi udara. Selain itu, di antara dinding ruangan dan atap terdapat ruang untuk sirkulasi udara.

Dalam penerapannya, desain jendela rumah bergaya Bali terbuat dari alam, yaitu berbahan dasar kayu. Pada rumah modern ala Bali, jendelanya juga punya desain modern yang berpadu dengan bahan lain. Ruang ventilasi udara ini memang harus disediakan agar terjadi keseimbangan antara lingkungan luar dan dalam.

Baiknya sistem ventilasi ini juga sangat bermanfaat bagi beberapa hal lain terkait dengan rumah. Salah satunya, suhu rumah yang baik dengan adanya ventilasi yang baik ini akan menghindarkan dinding rumah Anda dari tumbuhnya jamur.

2. Pondasi yang Kokoh

Dalam membangun sebuah rumah, tentu saja kekokohan pondasi menjadi perhatian utamanya. Pondasi rumah sebagai penyokong bangunan harus dirancang dengan sungguh-sungguh dan dipastikan kekuatannya. Hal ini sangat terkait dengan keamanan hunian. Dari sisi kepercayaan orang Bali, pondasi yang kokoh ini mempunyai makna tertentu.

Berdasarkan filosofi Tri Loka, tubuh manusia mempunyai kemiripan dengan rumah. Karenanya, buatlah pondasi rumah yang kuat sebagai dasar berdirinya rumah. Hal tersebut layaknya kaki manusia sebagai penyokong tubuh manusia. Pondasi yang kuat tersebut adalah kekuatan utama yang harus diperhatikan setiap kali membangun rumah.

Pembangunan dasar rumah atau pondasi ini juga harus benar, yaitu sesuai dengan denah atau rancangan arsitektur rumah yang akan dibangun. Peletakan batu pondasi tak boleh salah karena dasar suatu hal harus benar, di mana digunakan sebagai pedoman.

3. Sebuah Halaman yang Luas

Selain kedua aspek yang sudah dijelaskan sebelumnya, rumah Bali mempunyai aspek yang berkaitan dengan desain eksteriornya. Rumah berarsitektur Bali punya halaman yang luas atau besar, di mana merupakan konsep yang selaras dengan alam. Dengan adanya halaman yang luas tersebut, setiap penghuni rumah bisa berkomunikasi dengan alam di sekitarnya.

Dalam penerapannya, Anda bisa memfungsikan halaman yang luas tersebut menjadi berbagai macam desain, asal tidak menghilangkan unsur alamnya. Anda bisa membuat taman depan rumah, taman dengan kolam ikan, kebun, dan sebagainya. Biasanya, rumah di Bali membangun pura kecil di halaman depan rumahnya sebagai tempat ibadah.

Konsep hunian dengan halaman yang luas ini melambangkan keseimbangan alam, di mana halaman luar harus berinteraksi dengan alam agar kehidupan bisa seimbang. Interaksi yang harmonis dengan alam tersebut juga berdampak positif bagi kehidupan manusia sebagai modal dalam belajar memahami alam, mencintai alam, sehingga mampu melestarikan alam.

4. Tembok Penjaga

Aspek keempat yang menjadi ciri khas rumah bergaya Bali adalah tembok penjaga. Pada umumnya, tembok penjaga ini sama halnya dengan gerbang penjaga. Akan tetapi, tembok penjaga dalam rumah ala Bali ini tergolong tinggi dibandingkan dengan gerbang pada umumnya.

Tembok penjaga ini terbuat dari batu dan tergolong tinggi karena rumah ala Bali mempunyai dasar yang tinggi. Hal ini sudah menjadi karakteristik hunian ala Bali yang sudah berkembang di masyarakatnya. Pada umumnya, satu rumah bergaya Bali ini terdiri dari beberapa rumah dalam satu area dan dilindungi dengan satu tembok penjaga.

Sebenarnya, terdapat makna filosofis mengapa menggunakan gerbang yang tinggi. Tembok ini berfungsi untuk melindungi atau memberikan privasi untuk rumah dengan menangkal ilmu hitam serta roh-roh jahat agar tidak mampu masuk ke dalam rumah. Dengan demikian, tembok ini berfungsi dalam hal menjaga keamanan.

Nah, 4 aspek tersebut harus diperhatikan dalam membangun rumah Bali. Jika Anda tertarik untuk mempunyai rumah bergaya Bali, maka 4 aspek utama yang filosofis tersebut harus diterapkan. Setelah memahami setiap aspek tersebut, ternyata 4 hal tersebut sangat bermanfaat apabila diaplikasikan dalam pembangunan tempat tinggal.

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+