5 Penyebab Sering Merasa Lapar

14 November 2017

Lapar adalah isyarat alami atau kode yang menunjukkan bahwa tubuh sedang membutuhkan lebih banyak makanan. Saat merasa lapar, perut mungkin akan “menggeram” dan terasa kosong, atau mungkin Anda bisa merasa sakit kepala, mudah tersinggung, dan sulit untuk berkonsentrasi. Satu-satu cara untuk mengatasi rasa lapar hanyalah dengan mengkonsumsi makanan. Namun, pada beberapa orang terkadang dapat merasa lapar lagi hanya beberapa saat setelah mengkonsumsi makanan. Berikut ini 5 penyebab sering merasa lapar meskipun baru beberapa saat setelah makan.

5 Penyebab Sering Merasa Lapar

5 Penyebab Sering Merasa Lapar

5 Penyebab Sering Merasa Lapar

1. Kurang Protein

Mengkonsumsi protein cukup penting untuk pengendalian nafsu makan. Protein memiliki sifat mengurangi rasa lapar yang dapat membantu Anda secara otomatis mengkonsumsi lebih sedikit kalori di siang hari. Protein berperan dalam meningkatkan produksi hormon yang memberi sinyal kepenuhan di dalam perut dan mengurangi kadar hormon yang merangsang kelaparan. Oleh karena itu, jika Anda tidak cukup makan protein, maka dapat menyebabkan Anda sering merasa lapar.

Dalam sebuah penelitian, 14 pria dengan berat badan berlebih yang mengkonsumsi 25% kalori mereka dari protein selama 12 minggu mengalami penurunan 50% keinginan mereka untuk makan camilan saat larut malam, dibandingkan dengan kelompok yang mengkonsumsi lebih sedikit protein.

Selain itu, mereka yang memiliki asupan protein lebih tinggi melaporkan rasa kenyang yang lebih lama sepanjang hari dan lebih sedikit memikirkan tentang makanan.

Untuk mendapatkan makanan yang tinggi protein tidak terlalu sulit. Protein dapat didapatkan dari produk hewani seperti daging sapi, daging ayam, ikan, dan telur, serta produk nabati seperti kacang polong, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

2. Tidak Cukup Tidur

Tidur yang cukup adalah hal sangat penting bagi kesehatan. Tidur diperlukan dalam hal fungsi otak dan sistem kekebalan tubuh, serta dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker.

Selain itu, tidur yang cukup merupakan faktor dalam mengendalikan nafsu makan, karena membantu mengatur ghrelin, suatu hormon perangsang nafsu makan. Kurang tidur dapat menyebabkan kadar ghrelin menjadi lebih tinggi, sehingga Anda mungkin akan lebih sering merasa lapar saat kurang tidur.

Dalam sebuah penelitian, 15 orang yang kurang tidur dalam 1 hari melaporkan merasa lebih cepat lapar secara signifikan dan memerlukan makanan dengan porsi 14% lebih besar, dibandingkan dengan kelompok yang tidur cukup selama 8 jam.

Tidur yang cukup juga dapat membantu memastikan kadar leptin tercukupi, yaitu hormon yang meningkatkan perasaan kenyang.

3. Terlalu Banyak Konsumsi Karbohidrat Olahan

Salah satu sumber paling populer dari karbohidrat olahan adalah tepung putih yang banyak ditemukan pada makanan berbasis biji-bijian seperti nasi putih, roti, dan pasta. Makanan seperti soda, permen, dan makanan panggang, yang dibuat dengan gula olahan, juga dianggap sebagai karbohidrat olahan.

Karbohidrat olahan rendah akan serat, sehingga tubuh akan mencernanya dengan sangat cepat. Hal inilah yang merupakan alasan utama mengapa Anda mungkin sering merasa lapar jika Anda makan banyak karbohidrat olahan.

Selain itu, mengkonsumsi karbohidrat olahan juga bisa menyebabkan lonjakan tinggi pada kadar gula darah. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar insulin, hormon yang bertanggung jawab untuk mengangkut gula ke dalam sel. Adanya lonjakan tinggi pada kadar gula darah dapat memberikan sinyal ke tubuh bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak makanan. Inilah yang dapat menjadi alasan lain mengapa Anda mungkin sering merasa lapar setelah mengkonsumsi karbohidrat olahan.

Untuk mengurangi asupan karbohidrat olahan, Anda cukup menggantinya dengan makanan sehat dan utuh seperti sayuran, buah, kacang polong, dan biji-bijian. Makanan tersebut memang mengandung karbohidrat tinggi, tapi juga kaya akan serat yang dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

4. Diet Rendah Lemak

Lemak memainkan peran penting untuk membuat Anda merasa kenyang. Hal ini disebabkan oleh waktu transit gastrointestinal yang lambat, yang berarti butuh waktu lebih lama bagi Anda untuk mencerna makanan. Selain itu, mengonsumsi lemak juga dapat menyebabkan pelepasan berbagai hormon yang dapat membuat Anda merasa kepenuhan (kenyang). Oleh karena itu, diet rendah lemak dapat membuat Anda sering merasa lapar.

Suatu studi terhadap 270 orang dewasa obesitas melaporkan bahwa mereka yang mengikuti diet rendah lemak memiliki peningkatan yang signifikan dalam mengidam karbohidrat dan preferensi untuk makanan dengan gula tinggi, dibandingkan dengan kelompok yang mengkonsumsi diet rendah karbohidrat.

Beberapa makanan yang dapat menjadi sumber lemak bagi tubuh dapat didapatkan pada minyak kelapa, ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan mackerel. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan lemak dari makanan nabati seperti kenari dan biji rami, serta makanan lain seperti alpukat, minyak zaitun, telur dan yogurt.

5. Kurang Minum Air

Hidrasi yang tepat sangat penting untuk kesehatan. Minum air yang cukup memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan kesehatan otak dan jantung serta mengoptimalkan kinerja tubuh. Selain itu, air juga dapat menjaga kesehatan kulit dan sistem pencernaan. Bahkan, air juga berpotensi mengurangi nafsu makan saat dikonsumsi sebelum makan.

Dalam sebuah penelitian, 14 orang yang minum 2 cangkir air sebelum makan dapat mengurangi jumlah makan hampir 600 kalori lebih sedikit daripada mereka yang tidak meminum air putih sebelum makan.

Untuk memastikan Anda terhidrasi dengan benar, cukup minum air putih saat Anda merasa haus. Mengkonsumsi banyak makanan kaya air, termasuk buah dan sayuran, juga akan berkontribusi pada kebutuhan hidrasi Anda.

Nah, itulah 5 Penyebab Sering Merasa Lapar yang perlu Anda tahu. Kelaparan yang berlebihan adalah pertanda bahwa tubuh Anda membutuhkan lebih banyak makanan. Hal ini sering diakibatkan oleh hormon kelaparan yang tidak seimbang, yang mungkin terjadi karena berbagai alasan, termasuk diet yang tidak memadai dan kebiasaan gaya hidup tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+