5 Makanan yang Dapat Menyebabkan Sembelit

16 November 2017

Konstipasi adalah masalah kesehatan yang umumnya didefinisikan jika frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Faktanya, sebanyak 27% orang dewasa selalu mengalami konstipasi dan gejala yang menyertainya seperti kembung. Semakin tua atau semakin sedikit aktivitas fisik yang dilakukan, maka semakin besar kemungkinan seseorang akan mengalami konstipasi. Selain itu, beberapa makan juga dapat membantu mengurangi risiko sembelit, namun sebagiannya juga dapat menyebabkan sembelit. Berikut ini 5 makanan yang dapat menyebabkan sembelit.

5 Makanan yang Dapat Menyebabkan Sembelit

5 Makanan yang Dapat Menyebabkan Sembelit

5 Makanan yang Dapat Menyebabkan Sembelit. Foto: eyogaguru.com

1. Pisang mentah

Sementara pisang masak bisa membantu mencegah sembelit, pisang mentah malah cenderung memiliki efek sebaliknya. Hal ini karena pisang mentah mengandung lebih banyak pati, senyawa yang sulit dicerna oleh tubuh. Selama proses pemasakan, pati akan diubah menjadi gula alami yang jauh lebih mudah untuk dicerna.

Selain itu, pisang mentah juga mengandung jumlah tanin yang tinggi. Senyawa tanin diketahui dapat mengurangi kecepatan makanan melewati usus.

Oleh karena itu, jika Anda sedang mengalami sembelit, maka makanlah pisang yang matang dan hindarilah makan pisang yang masih mentah. Pisang yang matang ditandai dengan warna kulit yang benar-benar kuning dan menunjukkan beberapa tanda bercak coklat. Pisang matang juga ditandai dengan kulit yang mudah dikupas.

2. Makanan Goreng

Mengkonsumsi makanan yang digoreng juga dapat meningkatkan risiko sembelit. Hal ini disebabkan karena makanan yang digoreng cenderung mengandung lemak yang tinggi dan rendah akan serat. Kombinasi kandungan tersebut bisa memperlambat pencernaan.

Selain itu, makanan yang digoreng dan makanan cepat juga cenderung mengandung garam yang tinggi. Kandungan garam yang tinggi pada makanan bisa menurunkan kadar air dari kotoran, mengeringkannya, dan membuatnya lebih sulit untuk dikeluarkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena pada saat kadar garam dalam tubuh tinggi, maka tubuh akan menyedot air dari usus untuk membantu mengimbangi garam ekstra dalam aliran darah, sehingga kadar air di dalam kotoran akan menjadi berkurang.

3. Alkohol

Alkohol sering disebut-sebut sebagai salah satu penyebab sembelit. Alkohol dapat menyebabkan sembelit karena bisa meningkatkan jumlah cairan yang hilang melalui urine sehingga menyebabkan dehidrasi. Pada hidrasi yang buruk, baik karena tidak minum cukup air atau kehilangan terlalu banyak cairan melalui urine sering dikaitkan dengan peningkatan risiko sembelit.

4. Daging Merah

Daging merah dapat menyebabkan sembelit karena mengandung sedikit serat. Selain itu, tidak seperti jenis daging lainnya, seperti unggas dan ikan, daging merah umumnya mengandung lemak dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga waktu yang diperlukan untuk proses pencernaan juga akan semakin lama. Dalam beberapa kasus, hal tersebut bisa meningkatkan kemungkinan sembelit.

Untuk mengatasi sembelit yang disebabkan oleh daging merah Anda dapat mengganti makanan dengan makanan kaya protein dan serat seperti kacang, kacang lentil, dan kacang polong.

5. Biji-Bijian Olahan

Biji-bijian olahan seperti roti putih, nasi putih, dan pasta putih, memliki kandungan gizi yang rendah dapat meningkatkan risiko sembelit. Hal ini dikarenakan bagian dedak dari gandum banyak terbuang selama proses pengolahan. Secara khusus, dedak mengandung serat, nutrisi yang menambahkan curah ke tinja dan membantu pergerakan tinja di dalam usus.

Banyak penelitian telah menghubungkan asupan serat yang lebih tinggi dengan risiko sembelit yang lebih rendah. Faktanya, sebuah studi baru-baru ini melaporkan adanya kemungkinan konstipasi 1,8% lebih rendah untuk setiap gram serat tambahan yang dikonsumsi per hari.

Nah, itulah 5 makanan yang dapat menyebabkan sembelit yang harus Anda hindari. Untuk mengatasi sembelit, Anda bisa melakukan beberapa perubahan sederhana pada jenis-jenis makanan yang dikonsumsi. Mulailah dengan menghindari atau mengurangi asupan makanan penyebab sembelit yang telah disebutkan di atas. Jika Anda masih mengalami kesulitan setelah mengurangi asupan makanan penyebab sembelit, maka mintalah dokter untuk merekomendasikan strategi gaya hidup dan diet tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+